Benih Perkebunan

Kesalahan Dalam Membeli Kecambah Sawit

Banyak calon pekebun sawit yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit sawit. Tidak jarang, karena ingin mendapatkan bahan tanam dengan mudah dan express mengakibatkan petani membeli yang tidak bermutu dan berujung penyesalan.

Ada beberapa kesalahan calon pekebun sawit yang membuat mereka beresiko menggunakan benih tidak bermutu.

Pertama, menganggap membeli bibit kelapa sawit seperti membeli tanaman hias. Jika Anda ingin membeli tanaman untuk penghias pekarangan maka tinggal perlu ke toko bunga dan segera bisa mendapatkan bibit. Untuk kelapa sawit tidak demikian. Biasanya penangkar menyiapkan bibit berdasarkan pasar, kalaupun ada yang menyiapkan untuk pembeli sewaktu-waktu, umumnya tidak dalam jumlah besar.

Kedua, membeli bibit secara online atau marketplace.  Berhati-hati membeli bibit dari marketplace dan online pasarnya sebagian besar panangkar resmi tidak menggunakan platform tersebut. Mengapa demikian? Tanpa melakukan promosi saja bibit mereka laris manis sehingga tidak ada alasan menggunakan toko online. Namun yang memanfaatkan layanan ini biasanya penangkar tidak resmi.

Ketiga, tidak merencanakan bibit sejak awal. Banyak pekebun yang tidak menyiapkan penyediaan bibit sejak awal sebagaimana ia merancang land clearing dan hal lainnya. Padahal itu sudah harus dilakukan sejak dini mencakup jenis, apakah ditangkarkan sendiri atau bekerjasama dengan penangkar, kapan harus dipesan mengingat untuk mendapatkan kecambah sawit membutuhkan waktu hingga 6 bulan.

Ketiga kesalahan ini lazim dilakukan calon pekebun yang awam. Hanya saja dampaknya mengakibatkan mereka terlanjut menggunakna benih tidak bermutu.